Bahan Baku Kompor Gas Sulit; Proses Produksi Dijadwalkan Selesai 27 Juni 2007

Kamis, 10 Mei 2007

kompas-cetak19

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/10/ekonomi/3523344.htm

Jakarta, Kompas – Pemenang tender kompor gas bersubsidi PT Sumber Rahayu Prima mulai kelimpungan mencari bahan baku pelat baja. Hingga kini, proses produksi baru mencapai 30 persen dari target yang ditetapkan sebanyak 371.142 unit. Ironisnya, pengiriman alat pemantik dari China pun mengalami keterlambatan.

“Sulitnya memperoleh bahan baku terjadi dalam dua pekan ini, setelah Pertamina menetapkan 11 produsen kompor gas sebagai penyedia kompor gas bersubsidi sebanyak 4,5 juta unit,” kata Direktur PT Sumber Rahayu Prima Fuzy Agus, ketika dihubungi Kompas dari Jakarta, Rabu (9/5).

PT Sumber Rahayu Prima (SRP) yang berkedudukan di Bandung, Jawa Barat, adalah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan, kontraktor, suplier, dan perdagangan umum. Perusahaan ini memenangkan tender kompor gas bersubsidi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Nilai tender mencapai Rp 38,785 miliar.

Fuzy menilai, perebutan bahan baku terjadi, karena jumlah permintaan meningkat. Situasi ini dimanfaatkan oleh spekulan untuk menaikkan harga. Harga pelat baja yang sebelumnya Rp 6.000 per kilogram, kini mencapai Rp 7.500 per kilogram.

Menurut dia, jika ingin membantu UKM, pemerintah harus ikut membantu penyediaan bahan baku yang selama ini hanya diperoleh dari PT Krakatau Steel. Situasi sulit ini membuat PT SRP mencari bahan baku dari anak perusahaan PT Krakatau Steel.

Fuzy yang juga Direktur PT Angsana Bangun Abadi (rekanan PT SRP) menegaskan, “Secara prinsip, dari sisi kegiatan produksi, kami sudah mengandalkan 10 line untuk proses produksi.”

Penyediaan alat pemantik kompor gas juga menjadi kendala. Tahap awal, menurut Fuzy, pengiriman pemantik dijanjikan tiba pada 15 Mei. Padahal, jumlah pemantik yang dikirim tidak bisa sekaligus sesuai pemesanan.
Atas sejumlah kendala itu, Presiden Direktur PT SRP HR Candra Atang mengatakan, perebutan bahan baku kini terjadi di kalangan produsen kompor gas.

Di lain pihak, kesulitan itu ternyata tidak diakui oleh pemenang tender kompor gas bersubsidi yang diselenggarakan Pertamina. Menurut Triantony, Manajer Pemasaran PT Wijaya Karya Intrade, bahan baku masih mudah diperoleh dari PT Krakatau Steel. Target produksi yang ditetapkan Pertamina akan selesai bulan Desember 2007.

Secara terpisah, Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Muzni HA Djalil menuturkan, sejauh ini proses produksi masih berlangsung. Proses produksi dijadwalkan selesai pada 27 Juni 2007.

“Untuk pendistribusian kepada warga miskin, kita masih pemenang tender pencacah dan pendistribusinya,” kata Muzni.

Perajin kompor
Keputusan Pemerintah melaksanakan program konversi energi dari penggunaan minyak tanah menjadi gas memang baik.

Namun dari sisi pengusaha kecil, perajin kompor minyak tanah, sumbu, dan peralatan penunjang lainnya juga perlu diperhatikan.

Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jakarta Timur Soekirno melihat terjadinya dampak bagi UKM di wilayahnya. Kebijakan terhadap perajin kompor minyak tanah akan dipikirkan, mengingat konversi energi itu baru selesai tiga tahun ke depan.

“Kita punya waktu tiga tahun untuk mencari solusi terhadap UKM kompor minyak tanah,” ujar Soekirno. Dia mengakui, jumlah perajin kompor minyak tanah, terutama di kawasan Cawang, Jakarta Timur, tinggal sedikit.

Sebagian besar perajin sudah beralih menjadi perajin peralatan dapur, seperti oven, dandang, panci, dan sebagainya.

Begitu pula dengan 750-an agen minyak tanah, kini mereka mulai beralih menjadi agen gas elpiji. (OSA/ARN)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: