Aturan Baru Harus Dua Mata Tungku; Peserta Tender Kompor Gas Bersubsidi Terpukul

Sabtu, 03 Februari 2007

kompas-cetak6

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0702/03/ekonomi/3289033.htm

Jakarta, Kompas – Tender kompor gas bersubsidi yang mempersyaratkan kriteria baru berupa keharusan memproduksi dua mata tungku sangat mengecewakan. Pasalnya, peserta tender umumnya telah melakukan investasi mesin cetak untuk satu mata tungku sesuai dengan persyaratan tender pertama.


Ketua Gabungan Elektronik Divisi Kompor Gas Triantoni menyatakan hal itu di Jakarta, Jumat (2/2), setelah mengadakan pertemuan untuk mengkritisi rencana kerja dan syarat (RKS) Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Dalam RKS, Kementerian Negara Koperasi dan UKM yang diberi wewenang untuk mengadakan tender kompor gas bersubsidi dalam rangka program konversi energi, terutama sebagai pengganti kompor minyak tanah, menambahkan satu syarat. Satu syarat tersebut adalah kompor gas yang akan ditenderkan harus memiliki dua mata tungku.

Triantoni mengatakan, persyaratan ini sangat memukul peserta tender sebab meski belum ada keputusan pemenangnya, peserta sudah melakukan investasi mesin cetakan (moulding), pemesanan material, dan bekerja sama dengan UKM.

“Moulding satu mata tungku saja nilainya mencapai Rp 600 juta per set. Kalau tiba-tiba diganti syaratnya, industri sebagai peserta tender seakan dipermainkan,” kata Triantoni.

Padahal, menurut Triantoni, Departemen Perindustrian telah mengeluarkan surat resmi Nomor 98/M/Indonesia/1/2007 kepada Menneg Koperasi dan UKM tanggal 26 Januari 2007 terkait dengan program konversi energi.

Adapun isi surat resmi itu, “Depperin telah menetapkan spesifikasi teknis produk terkait dengan program konversi energi, antara lain, spesifikasi teknis tabung baja elpiji tiga kilogram beserta aksesorisnya, spesifikasi teknis kompor gas bahan bakar elpiji satu tungku dengan sistem pemantik mekanik.”

Prioritas industri lokal
Menurut Triantoni, surat Depperin itu juga menyebutkan agar Menneg Koperasi dan UKM dan Direktur Utama Pertamina memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya kepada industri dalam negeri yang telah melakukan investasi.

Bahkan, pengawasan terhadap perusahaan yang melakukan impor kompor gas juga perlu diperlakukan secara ketat agar tidak merugikan konsumen.

“Terus terang, kami sangat terpukul dengan persyaratan baru itu. Ini membuat kita bingung,” ujar Triantoni.

Harganya sama
Secara terpisah, Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, yang sibuk mengikuti pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, menegaskan, persyaratan itu ditambahkan bukan untuk mengarahkan kemenangan pada satu peserta tender tertentu.

“Persyaratan itu dituangkan karena beberapa bulan lalu dalam pameran produksi Indonesia, produk kompor gas dua mata tungku ditawarkan dengan harga yang hampir sama dengan harga kompor gas satu mata tungku. Atas dasar pertimbangan itulah muncul persyaratan baru itu,” kata Suryadharma.

Dua mata tungku kompor gas dimasukkan karena ada alasan mendasarnya. Apalagi, dengan dua mata tungku, masyarakat yang akan mendapatkan kompor gas bersubsidi itu jauh lebih untung. Jika satu mata tungku tidak berfungsi, masyarakat bisa menggunakan tungku lainnya.

Pengumuman pemenang tender akan dilakukan pada pertengahan Februari ini sehingga kompor gas itu bisa cepat diproduksi dan didistribusikan ke masyarakat. (OSA)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: