Usaha Mikro Belum Dapat Kompor Gas; Pengajuan Paket Konversi Sudah Usai

Yoga Putra
Jumat, 19 Desember 2008 | 11:18 WIB

kompas-cetak

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/19/11184480/usaha.mikro.belum.dapat..kompor.gas.

WATES, KOMPAS – Sebanyak 26 pengusaha mikro di Dusun Wetan Pasar, Wates, Kulon Progo, belum mendapat paket konversi gas elpiji untuk usaha mereka. Padahal, kompor gas penting untuk menyelamatkan usaha mereka dari ancaman gulung tikar akibat harga minyak tanah yang terus meroket.

Menurut Kepala Dusun Wetan Pasar Wartana, para pengusaha mikro tersebut hanya menerima satu paket kompor dan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Padahal, menurut informasi yang beredar, rumah tangga miskin yang juga memiliki usaha kecil berhak atas dua paket konversi. Pengusaha kecil di dusun lain seperti itu. Mereka dapat dua paket. Entah kenapa di Wetan Pasar tidak, ujar Wartana saat ditemui di kediamannya, Kamis (18/12). Ditambahkan Ketua (RT) 36 Cahyo, beberapa hari setelah pembagian paket konversi, sebenarnya konsultan membuka kesempatan pengajuan susulan.

Hanya saja, informasi tersebut tidak sampai ke Wetan Pasar, sehingga pengusaha kecil di dusun itu tidak tercatat sebagai prioritas penerima paket konversi elpiji susulan. Slamet (33), penjual gorengan, roti, dan makanan ringan, mengaku sedikit kecewa karena tidak mendapat paket konversi seperti pengusaha kecil lain di Wates. Sehari-hari, Slamet memakai tiga kompor minyak tanah. Satu kompor sudah diganti paket konversi, sementara dua lainnya belum. Saat ini lebih sulit mencari minyak tanah daripada gas.

Harganya juga mahal dan tahun depan pasti akan lebih mahal lagi karena subsidi sudah dicabut, dengar-dengar akan lebih dari Rp 7.000 per liter, tutur Slamet. Kompor Padahal, setiap hari Slamet membutuhkan setidaknya 1 liter minyak tanah untuk satu kompor. Jika dibandingkan dengan penggunaan tabung gas yang bisa awet hingga 10 hari, tentu konsumsi minyak tanah jadi pemborosan. Ia khawatir tak mampu meneruskan usaha karena kehabisan modal. Saat ini, pengajuan paket konversi susulan sudah tidak bisa dilakukan karena kuota paket konversi sebanyak 100.000 unit sudah habis didistribusikan.

Hal itu dibenarkan oleh Manajer Operasional Konsultan Program Konversi Gas Elpiji Tahap I di Kulon Progo Aang Mulyanto. Aang mengatakan pihaknya hanya akan melaporkan adanya masyarakat yang belum menerima paket kepada PT Pertamina. Kewenangan lebih lanjut ada di tangan Pertamina. Kami sudah tidak bisa berbuat apa- apa karena masa kerja kami telah selesai dan paket konversi sudah habis, ucap Aang.

Sementara itu, Kepala Subdinas Perdagangan Kulon Progo Bambang Sutrisno mengatakan pemerintah daerah hanya dapat memfasilitasi warga yang luput dari distribusi paket konversi melalui pendataan. Sama seperti yang dilakukan konsultan, data itu juga akan disampaikan kepada PT Pertamina agar dapat ditindaklanjuti.

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: