Pasar Gagal Dikte Pemerintah; Utang kepada Italia Ditukar dengan Proyek di Aceh

Jumat, 17 Februari 2006

kompas-cetak3
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0602/17/ekonomi/2443817.htm

Jakarta, Kompas – Upaya pelaku pasar memojokkan untuk mendikte pemerintah gagal dalam program penukaran Surat Utang Negara. Dari total penawaran masuk, yang mencapai Rp 7,6 triliun, pemerintah hanya mengambil Rp 280 miliar karena pelaku pasar meminta imbal hasil terlalu tinggi.

Dari tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) yang ditawarkan, pemerintah hanya menukarkan tiga seri SUN, yakni VR0011, VR0012, dan VR0013. Tiga seri SUN senilai Rp 280 miliar yang akan jatuh tempo tahun 2007 dan 2008 tersebut ditukar dengan SUN FR0034 yang jatuh tempo tahun 2021.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Mulia P Nasution seusai lelang pembelian kembali SUN dengan cara penukaran (debt switch) di Jakarta, Kamis (16/2), mengatakan, rendahnya nilai SUN yang ditukar karena mayoritas penawaran yang masuk meminta harga tinggi. Itu tercermin dengan permintaan imbal hasil (yield) di atas acuan pemerintah sebesar 13,34 persen. Kami harus mengikuti harga pasarnya. Kami memberikan penawaran untuk menukarkan tujuh obligasi lama, ternyata yang masuk dalam acuan pemerintah hanya tiga seri, katanya.

Analis surat utang dari Mandiri Sekuritas Paulus Nurwadono menilai, langkah pemerintah yang hanya mengambil Rp 280 miliar dari Rp 7,6 triliun penawaran yang masuk sudah tepat. Itu berarti pemerintah menjaga supaya biaya dana dari total pembiayaan tetap terkontrol. Jadi, pemerintah tidak mau disudutkan. Dengan demikian, pemerintah justru menunjukkan posisinya yang sangat kuat. Penukaran tidak perlu dilakukan tergesa-gesa karena masih banyak waktu katanya.

Menurut Nurwadono, permintaan imbal hasil tinggi dari pelaku pasar tersebut tidak wajar dan tampaknya semata-mata hendak menyudutkan pemerintah. Hal itu terlihat dari fakta, harga SUN di pasar sekunder naik tinggi sehingga imbal hasil turun cukup tajam. Imbal hasil turun banyak, sekitar 20 basis poin, katanya.

Mulia menjelaskan, untuk penukaran SUN tersebut, biaya yang harus dikeluarkan pemerintah mencapai Rp 6 miliar. Biaya yang merupakan selisih tunai antara harga obligasi lama dan obligasi baru itu akan ditutupi dari alokasi anggaran pemerintah yang sudah disiapkan untuk penukaran SUN. Pembelian kembali SUN tidak dilakukan setiap bulan, kata Mulia.

Pada hari yang sama, Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerja Sama Internasional Mahendra Siregar mengatakan, Indonesia dan Italia telah sepakat menukarkan utang senilai 24,2 juta dollar AS ditambah 5,7 juta euro dengan empat proyek di Aceh sebesar Rp 58,77 miliar. Kesepakatan itu akan mengurangi stok utang Indonesia kepada Italia yang saat ini sekitar 198 juta dollar AS. (oin/anv)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: