Investasi Portofolio; Ciptakan Pasar yang Nyaman

Tiur Santi Oktavia dan Joice Tauris Santi
Rabu, 11 April 2007

kompas-cetak2
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0704/11/ekonomi/3443701.htm

Indonesia kembali kedatangan seorang pakar tersohor bidang investasi di pasar keuangan. Mark Mobius yang saat ini menduduki jabatan Direktur Pengelola dari Franklin Templeton Investments, membagi pandangannya mengenai prospek investasi di pasar keuangan negara-negara berkembang.

Mobius mulai bergabung dengan Templeton tahun 1987 di Hongkong. Templeton merupakan perusahaan investasi global dengan dana kelolaan 33 miliar dollar AS. Sebesar 50 persen dana tersebut ditempatkan di pasar keuangan Asia, 30 persen di Eropa Timur dan Afrika, dan sisanya di Amerika Selatan.

Selama 40 tahun bekerja di bidang investasi lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan gelar PhD, ini meraih berbagai penghargaan dan menulis banyak buku mengenai investasi. Penghargaannya antara lain dari majalah Asiamoney, pada tahun 2006, untuk kategori 100 orang paling paling berkuasa dan paling berpengaruh.

Dalam percakapan dengan pers, Selasa, (10/4) di Jakarta, Mobius mengungkapkan, pasar saham di seluruh dunia, terutama di Asia, sedang naik cukup tajam. Indeks harga saham di negara berkembang termasuk Indonesia terus mencatat rekor baru. Ini karena kian banyak dana investor Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Jepang, yang di tempatkan di luar negaranya.

Alasan utamanya, rata-rata pertumbuhan ekonomi di negara berkembang sebesar 6 persen, dua kali lipat dari rata-rata negara maju. Kondisi negara berkembang juga mulai stabil setelah krisis ekonomi 10 tahun lalu. Kestabilan itu terlihat dari cadangan devisa terus naik. Perbankan global pun mulai percaya untuk menyalurkan kredit ke negara berkembang. Suku bunga juga mulai turun.

“Kondisi itu membawa kenyamanan tersendiri bagi investor. Risiko pasar berkurang, dan kepercayaan meningkat. Investor mulai membeli saham,” katanya.

Saat investor menaruh uangnya di pasar saham dan ternyata pasar tersebut masih memberikan kenyamanan, kata dia, maka investor terus menambah investasinya. Inilah yang menjadi pemicu indeks terus memecahkan rekor. Kenyamanan yang ditawarakan pasar keuangan negara berkembang masih terjaga.

Perkembangan lainnya yang penting dan relevan dengan kondisi Indonesia adalah privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). China sudah mulai memprivatisasi BUMN-nya, disusul Rusia dan India.

“Itu menunjukkan, pemerintah di negara berkembang lain mulai menyadari bahwa BUMN mulai merugi karena inefisien. Karena itu perlu dicari strategi agar BUMN tetap menjadi milik negara namun mencatat laba yang signifikan,” katanya.

China menempuh strategi tetap pemilik saham mayoritas, namun manajemen dipegang swasta, fokus mencetak keuntungan. “Inilah tren di pasar keuangan negara berkembang. Dengan BUMN yang terus mencetak laba, produktivitas mulai meningkat dan langsung memicu pertumbuhan ekonomi negara tersebut,” katanya.

Mobius mengingatkan, lebih baik jika investor mendiversifikasikan portofolionya di banyak negara. Pusat perekonomian saat ini juga tidak lagi terkonsentrasi pada AS. Dalam 10 tahun terakhir, tujuan ekspor negara Asia Tenggara mulai bergeser ke China dan Eropa.

Di antara pasar saham Asia, mana yang terbaik kinerjanya?

Tidak ada satu negara pun bisa dikategorikan sebagai yang terbaik. Tidak ada pasar yang bisa menempati urutan terbaik dua tahun berturut-turut. Templeton tidak menempatkan dana berdasarkan pasar, tetapi berdasarkan saham mana yang kinerjanya baik. Di Asia pasar saham yang relatif baik adalah Taiwan karena stabilitas politik dan ekonominya. Selain itu pasar saham Hongkong. Sektor-sektor yang pembobotanbnya cukup berat untuk pasar negara berkembang adalah konsumer dan bahan mentah seperti minyak, batu bara, nikel. Untuk pasar saham saat ini sektor yang cukup menarik adalah tekstil.

Bagaimana bursa Indonesia?
Indonesia saat ini memiliki momentum pertumbuhan yang cukup baik. Banyak uang panas masuk ke pasar. Hal ini harus diwaspadai. Uang yang cepat masuk cepat juga keluar. Harga saham di Indonesia sudah tinggi dan mahal. Kami beli saham perbankan, telekomunikasi, dan barang tambang. Banyak juga emiten bagus di Indonesia. Sayangnya, kami masih mengalami kendala terutama akibat penegakan hukum yang masih buruk di Indonesia.


Apa strategi agar uang panas bisa lebih lama tinggal di?

Hilangkan hambatan. Segera setelah hambatan itu muncul, investor akan menarik dananya keluar. Saat hambatan mulai muncul, mereka pikir kalian akan menutup pintu sehingga mereka ingin keluar sebelum pintu tertutup. Jadi Indonesia harus memiliki pasar yang lebih terbuka dan lebih likuid.

Hal kedua, pastikan investor merasa aman dalam arti risikonya cukup rendah. Artinya kebijakan pemerintah harus konsisten. Anda bisa lihat yang terjadi di Thailand. Kebijakan pemerintah tidak konsisten, investor langsung menarik uangnya.

Indonesia harus sangat hati-hati, tidak membuat kesalahan seperti yang menyebabkan krisis ekonomi dulu. Perusahaan banyak meminjam dalam bentuk mata uang asing, sementara pendapatannya mata uang lokal. Ini harus dihindari.

Indonesia juga harus memastikan bahwa nilai tukar anda tidak over value atau under value, hal terbaik untuk itu adalah bandingkan inflasi negara anda dengan AS dan Eropa.
Bagaimana keadaan pasar saham di Asia jika dibandingan dengan pasar negara berkembang lainnya
Perusahaan di Afrika Selatan lebih baik dalam hal tata kelola perusahaan. Mereka lebih fair dalam memperlakukan para pemegang sahamnya. Tidak demikian halnya di Asia. Banyak perusahaan yang masih dikendalikan oleh keluarga dan tidak memberikan perlakuan yang adil untuk investor publik.

Dari sisi efisiensi dan likuiditas, pasar saham di Asia lebih baik dibandingkan dengan tempat lain. Masalahnya terdapat pada transparansi.

Saya tidak mengatakan perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga tidak baik, akan tetapi sewaktu perusahaan sudah menjadi perusahaan publik tentunya harus memberikan perlakuan sama terhadap pemegang saham publiknya.

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: