Greenomics Tuding Uni Eropa Pasang Standar Ganda Komoditas Sawit RI

detikfinance1

Minggu, 18/01/2009 16:27 WIB
Indro Bagus SU – detikFinance

http://www.detikfinance.com

Jakarta – Greenomics Indonesia menuding Uni Eropa memasang standar ganda terhadap produk-produk komoditas sawit dari Indonesia. Ekspor produk sawit Indonesia ke Uni Eropa meningkat pesat, namun selalu dikecam sebagai perusak lingkungan.

“Peningkatan ekspor produk sawit Indonesia yang begitu melejit ke negara-negara Uni Eropa tersebut justru terjadi ketika Indonesia menerima berbagai kecaman dan tudingan sebagai negara perusak hutan tropis dan penyumbang emisi karbon terbesar di dunia dari praktik pembukaan lahan hutan untuk sawit,” keluh Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi dalam siaran persnya, Minggu (18/1/2009).

Berdasarkan data Greenomics, Effendi mengatakan kinerja ekspor produk sawit Indonesia, yang terdiri dari CPO dan produk-produk minyak sawit lainnya ke negara-negara Uni Eropa meningkat sangat signifikan dalam dua tahun terakhir.

“Ekspor CPO meningkat tajam hingga mencapai angka 165,79%. Sementara ekspor produk-produk minyak sawit lainnya meningkat sebesar 84,45% dalam kurun waktu antara Januari-Agustus 2007 hingga Januari-Agustus 2008. Ekspor produk sawit tersebut dilakukan ke 15 negara-negara Uni Eropa seperti Belanda, Jerman, Perancis, Inggris, Italia, Spanyol, dan Denmark,” papar Effendi.

Menurut Effendi, meningkatnya impor produk sawit negara-negara Uni Eropa dari Indonesia justru terjadi ketika Indonesia dikecam dengan berbagai isu lingkungan seputar industri sawit di Indonesia. Namun pada kenyataannya, ia menegaskan, justru negara-negara maju tersebut menikmati produk dari hasil pembukaan lahan sawit Indonesia tersebut.

“Sikap ini menunjukkan tingginya standar ganda negara-negara maju tersebut terhadap industri berbasis lahan dan hutan di Indonesia” tegas Effendi.

Effendi menjelaskan, berdasarkan data Departemen Perindustrian (2008), nilai transaksi ekspor CPO ke 10 negara Uni Eropa pada Januari-Agustus 2007 sebesar US$ 320,35 juta dengan volume hampir 588 ribu ton. Pada rentang waktu yang sama tahun 2008, nilai transaksinya melonjak drastis menjadi US$ 851,44 juta dengan volume lebih dari 909 ribu ton.

Sedangkan kinerja ekspor produk-produk minyak sawit lainnya selain CPO ke 15 negara-negara Uni Eropa pada Januari-Agustus 2007 sebesar US$259,93 juta dengan volume 444 ribu ton. Pada periode yang sama pada tahun 2008, nilai transaksinya meningkat menjadi US$479,43 juta dengan volume ekspor 471 ribu ton.

Total nilai transaksi ekspor produk sawit CPO dan produk-produk minyak sawit lainnya ke negara-negara Uni Eropa selama Januari-Agustus 2008 mencapai US$ 1,33 miliar. Pada periode yang sama pada tahun 2007 total nilai transaksi sebesar US$ 580,28 juta.

“Jadi, Indonesia cuma menerima stempel buruk sebagai negara penyumbang emisi terbesar dari pembukaan lahan hutan untuk sawit, namun negara-negara konsumen, seperti negara-negara Uni Eropa, seperti tak kena stempel buruk apapun. Ini bentuk penjajahan opini publik secara global,” tegas Effendi. (dro/dro)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: