e-Kiping detikfinance.com: Sunset Policy

detikfinance2

Sunset Policy Perlu Diperpanjang
Selasa, 30/12/2008 11:03 WIB
Suhendra – detikFinance
http://www.detikfinance.com/read/2008/12/30/110324/1060701/4/sunset-policy-perlu-diperpanjang

Jakarta – Sunset policy atau kebijakan penghapusan sanksi pajak akan berakhir 31 Desember 2008. Selama penerapan kebijakan tersebut, respons masyarakat ternyata cukup besar. Sebagian kalangan pun mengusulkan agar sunset policy diperpanjang.


“Demi kesejahteraan rakyat di masa sulit sekarang ini, pemerintah perlu lebih bijaksana dalam implementasi sunset policy. Dalam kerangka perluasan wajib pajak (WP), sunset policy tak perlu dihentikan. Namun pungutan atau pembebanannya bisa ditunda,” kata Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia Bambang Soesatyo, kepada detikFinance, Selasa (30/12/2008).
Bambang menegaskan, sunset policy kepara masyarakat perlu dilanjutkan mengingat pada tahun 2009 kalangan dunia usaha dipastikan akan mendapatkan insentif sebesar Rp 12,5 triliun sebagai upaya perlindungan masa krisis bagi sektor riil.
Ia menegaskan, sudah seharusnya pemerintah harus fokus pada upaya meningkatkan daya beli masyarakat termasuk dengan penundaan, keringanan, atau pemotongan beban pajak WP karena sangat penting bagi penguatan daya beli rakyat.
“Ini melengkapi kebijakan menurunkan harga premium dan solar yang juga bermanfaat memulihkan daya beli,” jelasnya.
Dikatakannya saat ini sangat penting bagi pemerintah untuk bertindak komprehensif dalam memulihkan daya dan permintaan, termasuk menghadapi masalah lebih serius ancaman PHK yang ada didepan mata.
“Artinya, jumlah warga miskin akan bertambah. Apa yang bisa diharapkan negara jika sebagian besar warga berstatus WP justru jatuh miskin,” katanya.
Kebijakan sunset policy merupakan penghapusan sanksi administratif bagi wajib pajak penghasilan bagi perorangan atau badan yang rencananya akan berkahir 31 Desember 2008 yang ditujukan bagi bagi masyarakat wajib pajak untuk memperbaiki surat pemberitahuan pajak (SPT) dengan benar.
Setelah itu, maka akan diterapkan sanksi bagi wajib pajak yang mangkir dari membayar pajak, juga diberikan kesempatan seluas-luasnya bagi wajib pajak untuk memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) sebelum tanggal 1 Januari 2009 maka akan menikmati kebijakan sunset policy.
Sunset Policy merupakan kebijakan pemberian fasilitas perpajakan sesuai dengan UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yagn baru.
Dalam Sunset Policy diatur, bagi orang pribadi yang secara sukarela mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP paling lambat tanggal 31 Desember 2008 dan menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan PPh Tahun Pajak 2007 dan tahun-tahun sebelumnya paling lambat tanggal 31 Maret 2009, diberikan fasilitas penghapusan sanksi administrasi dan tidak akan dilakukan pemeriksaan.
Sementara bagi Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan yang membetulkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Tahun Pajak 2006 dan tahun-tahun sebelumnya, diberikan fasilitas penghapusan sanksi administrasi, sepanjang pembetulan tersebut dilakukan paling lambat tanggal 31 Desember 2008.
Dan dalam rangka melayani masyarakat, Kantor Pajak di seluruh wilayah Indonesia akan tetap buka hingga Rabu, 31 Desember besok.(hen/qom)

Sunset Policy Kemungkinan Diperpanjang Hingga Februari 2009
Selasa, 30/12/2008 16:30 WIB
Anwar Khumaini – detikFinance
http://www.detikfinance.com/read/2008/12/30/163022/1060977/4/sunset-policy-kemungkinan-diperpanjang-hingga-februari-2009

Jakarta – Pemerintah mempertimbangkan perpanjangan Sunset Policy atau kebijakan penghapusan sanksi pajak hingga Februari 2009. Sunset Policy sedianya akan berakhir pada 31 Desember 2008, namun sejumlah kalangan meminta agar pemerintah memperpanjangnya.
“Untuk sunset policy karena banyak sekali masyarakat yang menghendaki agar sunset policy ini diperpanjang,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (30/12/2008).
“Dengan sosialisasi penuh yang kita lakukan di berbagai daerah dan bertemu langsung dengan para wajib pajak terutama individual dan para pelaku yang lain, banyak yang merasakan bahwa mereka terpanggil untuk menjadi pembayar pajak sehingga pemerintah mempertimbangkan memperpanjang sunset policy itu sampai dengan Februari 2009,” ujarnya.
Sri Mulyani bersama Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Kepala BPS Rusman Heriawan siang ini dipanggil oleh Presiden SBY. Menurut Sri Mulyani, presiden hanya ingin melakukan checking dan evaluasi atas perekonomian Indonesia hingga akhir 2008 dan persiapan menghadapi tahun 2009.
Pemerintah juga melakukan evaluasi paket-paket atau policy respons yang akan diumumkan pada awal tahun terutama mengantisipasi situasi 2009.
“Jadi pada dasarnya presiden mengharapkan seluruh situasi ekonomi masih bisa di-manage secara baik dan konstruktif. Kita akan tetap waspada walaupun suasana libur dengan berbagai macam policy yang akan kita keluarkan pada awal tahun,” imbuh Sri Mulyani.
Terkait APBNP 2008, seluruh pengeluaran dan pemasukan akan ditutup pada Rabu, 31 Desember besok.
“Besok APBN akan ditutup, jadi hari ini adalah pembayaran terakhir. Sampai dengan besok seluruh pengeluaran-pengeluaran pemerintah maupun kalau ada pemasukan yang masih bisa masuk di dalam perekonomian terutama dengan masalah sunset policy,” tambahnya. (anw/qom)

Permintaan Membludak, Sunset Policy Diperpanjang Februari 2009
Selasa, 30/12/2008 17:04 WIB
Alih Istik Wahyuni, Angga Aliya ZRF – detikFinance

http://www.detikfinance.com/read/2008/12/30/170443/1061014/4/permintaan-membludak-sunset-policy-diperpanjang-februari-2009

Jakarta – Departemen Keuangan akan memperpanjang sunset policy atau kebijakan penghapusan sanksi pajak yang seharusnya berakhir besok menjadi Februari 2009.
Demikian disampaikan Menkeu Sri Mulyani dalam temu wicara dengan pelaku bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/12/2008).
Sri Mulyani saat ditemui di kantor presiden sebelumnya mengungkapkan, pemerintah mempertimbangkan untuk memperpanjang sunset policy ke Februari 2009.
Pemerintah memperpanjang program ini karena membludaknya pendaftaran wajib pajak di detik-detik akhir pentutupan sunset policy di 2008.
“Sunset Policy akan diperpanjang sampai Februari, tapi jangan tunggu sampai 28 Februari lagi. Ini adalah (perpanjangan) yang terakhir,” katanya..
Menurut Sri Mulyani, pihaknya hari ini sangat kewalahan melayani pendaftaran wajib pajak di kantor-kantor pajak. “Karena banyak wajib pajak yang register sunset policy. Karena deadline besok pagi,” katanya.
Bahkan ada wajib pajak yang sampai mengeluh karena proses pendaftaran yang membludak. “Sampai ada yang bilang, ‘saya mau kasih uang ke negara saja kok susah’. Padahal tadinya kita yang kejar-kejar untuk bayar,” kata Sri Mulyani.
Namun ia menyatakan, kondisi ini cukup melegakan karena artinya ada kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. (lih/qom)

Perpanjangan Sunset Policy Hingga Akhir Maret 2009
Selasa, 30/12/2008 20:26 WIB
Angga Aliya ZRF – detikFinance
http://www.detikfinance.com/read/2008/12/30/202658/1061136/4/perpanjangan-sunset-policy-hingga-akhir-maret-2009
Jakarta – Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang waktu Sunset Policy alias kebijakan penghapusan sanksi pajak hingga akhir Maret 2009.
Hal tersebut dikemukakan oleh Dirjen Pajak Darmin Nasution di Kantor Dirjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (30/12/2008).
“Yang sebelumnya dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani tanggal 28 februari 2009 itu hanya untuk wajib pajak lama yang sudah punya NPWP sebelum tahun 2008. Kalau yang baru punya di 2008 mereka punya waktu sampai 31 Maret 2009,” ujarnya.
Ia mengatakan, alasan dilakukannya perpanjangan tersebut setelah mencermati bahwa begitu besar antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan sunset policy. Ini sudah terlihat pada waktu pengurusan NPWP sejak awal Desember 2008.
Sedangkan untuk dasar hukumnya masih dalam proses dan diharapkan bisa selesai hari ini atau besok.
Pemerintah merasa perlu memberi kesempatan lebih panjang agar orang yang niat baik membuat NPWP tapi tidak dapat terlayani. Jika diperpanjang seperti ini, diharapkan akan memperkuat basis perpajakan nasional dengan bertambahnya jumlah pemegang NPWP.
“Jadi fluktuasi bisnis akan bisa diredam dari pajak orang pribadi karena lebih stabil dibanding pajak perusahaan. Kalau perusahaan labanya turun, ppn dan PPh akan turun. Kalau penghasilan perorangan biasanya lebih lambat penurunannya,” imbuhnya.
Perpanjangan Sunset Policy tersebut adalah perpanjangan terhadap pembetulan SPT serta pembayarannya.
Menurutnya, untuk ke depan Dirjen pajak akan melakukan beberapa penyesuaian dalam pelayanan NPWP.
“Kita sedang lakukan penyesuaian dalam SOP (Standard Operating Procedure) kita, tapi dengan jumlah yang begitu besar kita meminta maaf tidak bisa seperti yang kita janjikan bisa selesai 1 jam karena ada penumpukan permintaan,” ujarnya.
Antusiasme wajib pajak yang begitu tinggi juga membuat ada antrean pembayaran
melalui perbankan sehingga wajib pajak kecewa dan marah karena tidak terlayani dengan baik.
“Untuk itu kita merasa perlu pembenahan juga di Perbankan di masa yang akan datang,” imbuhnya.(ang/qom)

SBY Teken Perpu Perpanjangan Sunset Policy
Angga Aliya ZRF – detikFinance
Rabu, 31/12/2008 19:04 WIB
http://www.detikfinance.com/read/2008/12/31/190403/1061687/4/sby-teken-perpu-perpanjangan-sunset-policy

Jakarta – Presiden SBY sudah menandatangani peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) perpanjangan program Sunset Policy atau kebijakan penghapusan sanksi pajak.
Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Rabu (31/12/2008).
“Pak SBY sudah tanda tangan perpu untuk perpanjangan Sunset Policy, jadi dasar hukumnya sudah jelas,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah sudah memutuskan untuk memperpanjang waktu Sunset Policy alias kebijakan penghapusan sanksi pajak hingga akhir Maret 2009.
Perpanjangan hingga tanggal 28 februari 2009 hanya untuk wajib pajak lama yang sudah memiliki NPWP sebelum tahun 2008. Untuk yang baru memiliki di 2008 punya waktu sampai 31 maret 2009.
Alasan dilakukannya perpanjangan tersebut adalah begitu besar antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan sunset policy. Ini sudah terlihat pada waktu pengurusan NPWP sejak awal Desember 2008.
Pemerintah merasa perlu memberi kesempatan lebih panjang agar orang yang niat baik membuat NPWP tapi tidak dapat terlayani. Jika diperpanjang seperti ini, diharapkan akan memperkuat basis perpajakan nasional dengan bertambahnya jumlah pemegang NPWP. (ang/qom)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

8 responses to “e-Kiping detikfinance.com: Sunset Policy

  • pande

    mbak bisa bantu saya gak nemuin judul skripsi yang cocok buat saya yang berhubungan dengan sunset policy, dengan sedikit penjelasan ya mbak dan mohon dibalas via email

    makasi banyak…

  • Muda

    permisi bisa bantu saya gak nemuin judul skripsi yang cocok atau berhubungan dengan sunset policy.
    Mohon pencerahan dan petunjuk yah mba
    makasi banyak…

    Halomoanmuda@yahoo.com

  • Felic

    menurut anda, apakah dengan gerakan sunset policy ini dapat lebih memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia saat ini? Thanx..

  • Indra

    saya bole minta bantuan judul untuk sunpol ga??
    kaitan antara “prosedur n manfaat”,,,mana yang lebih berkualitas..kalo misalnya “manfaat”,,judulnya gimana??

    mohon bantuannya…

    indrha_balai@yahoo.co.id

  • benbella

    trimakasih info SP nya mbak,,kira2 masalah apa yang masih ada dalam penerapan sunset policy ini mba??kebetulan saya sedang mengambil skripsi tentang implementasi sunset policy,,mohon kalo ada waktu tolong djawab via email y mba..timakasih.

  • iswekon

    oke, diskusi SP memang menarik. jika ada info yang berarti akan kita diskusikan.

  • iswekon

    saya berharap dengan skema kebijakan yang ada, pak Felic. senyatanya ada ubahan lain untuk memperbaiki keadaan ekonomi

  • billy

    bisa bantu judul yang pas tentang sunset policy berkaitan dengan mata kuliah administrasi negara terima kasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: