Archive Bulanan: April 2010

Maret Penerimaan Cukai Rokok Anjlok

Realisasi Hanya Separo Target
Senin, 12 April 2010

http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=127795

BANDUNG – Ditjen Bea dan Cukai, rupanya, harus bekerja keras untuk mengejar target penerimaan Rp 57,2 triliun. Sebab, Maret lalu penerimaan cukai justru anjlok.

Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai Kushari Supriyanto mengatakan, realisasi penerimaan cukai Maret hanya Rp 3,93 triliun atau jauh di bawah penerimaan Februari yang mencapai Rp 7,16 triliun. ”Memang turun tajam,” ujarnya saat workshop APBN 2010 oleh Forum Wartawan Keuangan dan Ekonomi Moneter (Forkem) di Bandung Sabtu lalu (10/4).

Continue reading


Mata Uang Kuno di Bacan Jadi Daya Tarik

PAMERAN
Senin, 12 April 2010 | 04:35 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/12/04351255/mata.uang.kuno.di.bacan.jadi.daya.tarik

TERNATE, KOMPAS – Mata uang yang digunakan pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Perkebunan Rotterdam, Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menjadi daya tarik pengunjung pameran koleksi uang kuno di Bank Indonesia Ternate, Maluku Utara.

”Banyak warga Ternate yang penasaran dengan mata uang yang sempat berlaku di daerah Bacan,” kata Purwanditomo, panitia pameran koleksi uang dan sosialisasi keaslian uang rupiah, di BI Ternate, Minggu (11/4).

Continue reading


China Akhirnya Alami Defisit

PERDAGANGAN GLOBAL
Senin, 12 April 2010 | 03:59 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/12/03594959/china.akhirnya.alami.defisit.

China akhir pekan lalu menyatakan mengalami defisit perdagangan pertama sejak enam tahun terakhir. Dengan adanya defisit itu, China membuktikan bahwa bukanlah kurs mata uangnya yang menciptakan ketidakseimbangan global. Banyak analis menyatakan, defisit ini sementara saja.

Selama ini, China mendapat tekanan besar dari mitra dagangnya agar mau membuat kurs yuan terapresiasi. China dianggap telah sengaja melemahkan yuan agar dapat meningkatkan ekspornya. Akibatnya, terjadi surplus perdagangan besar-besaran terhadap AS dan Eropa.

Continue reading


Asia Mesti Jaga Keseimbangan

Minggu, 11 April 2010 | 03:31 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/11/03315759/asia.mesti.jaga.keseimbangan

Boao, Kompas – Negara-negara Asia harus bekerja sama mengembangkan pasar terbuka dengan tetap memegang prinsip keadilan. Melalui pengembangan pasar bebas, negara-negara di Asia harus pula mempromosikan keseimbangan pembangunan, dan saling membantu.

Bantuan dari negara maju ke negara berkembang tersebut harus terus meningkat. Negara-negara Asia pun mesti menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan yang lebih hijau.

Continue reading


Korupsi Manusia Indonesia

Sabtu, 10 April 2010 | 03:12 WIB
Yonky Karman

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/10/03125354/korupsi.manusia.indonesia

Rupa-rupanya sekali telah melangkahkan kaki di gelanggang korupsi, orang tak ada melihat jalan kembali. (Pramoedya Ananta Toer, Korupsi, 108-9).

Saat bermukim enam bulan di Belanda (1953), Pramoedya menulis roman yang memproyeksikan kenyataan sosial pascakemerdekaan. Jadilah sebuah karangan yang mendahului zaman, sebelum korupsi menggurita dengan makelar kasus dan mafia hukum menjadi sebuah bagian dari sejarah Indonesia. Bakir telah mengabdi 20 tahun sebagai pegawai negeri dengan posisi terakhir kepala bagian. Namun, kehidupan dan penampilannya sederhana. Penghasilannya pas-pasan, tidak mampu memberi nilai tambah bagi kesejahteraan orang lain. Bakir pun kurang dihormati di luar rumah meski di rumah ia menerima cinta tulus dari istri dan anak.

Continue reading


Indonesia dan Ramalan Jayabaya

Sabtu, 10 April 2010 | 03:17 WIB
Jaya Suprana

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/10/03171539/indonesia.dan.ramalan.jayabaya

Saya tak percaya ramalan tentang masa depan akibat terlalu yakin, hanya Yang Maha Tahu yang tahu mengenai apa yang akan terjadi di masa depan. Maka, saya tidak pernah percaya Ramalan Jayabaya.

Meski keyakinan saya tidak tergoyahkan, tetapi segenap malapetaka yang bertubi-tubi menimpa negara dan bangsa Indonesia memilukan sanubari saya sehingga saya mulai tergerak untuk merenungi apa yang disebut sebagai Ramalan Jayabaya. Menurut kesepakatan para ilmuwan sejarah, Jayabaya adalah raja Kediri pada masa 1135-1157 yang bernama lengkap Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa. Kejayaan Jayabaya sebagai raja tersurat pada bait-bait awal Kitab Musasar gubahan Sunan Giri Prapen.

Continue reading


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.