Rabu, 11 November 2009 | 03:15 WIB
Bagaimana pedagang kecil mampu bertahan di tengah rimba persaingan kota Jakarta yang disesaki pemodal besar? Ketika Jakarta tampak kurang memberikan tempat buat mereka, nyatanya usaha orang-orang kecil yang dirintis dari desa itu tidak mudah tersingkir. Ternyata, kunci ”pertahanan hidup” mereka adalah kemampuan membangun jaringan usaha yang tersambung dari desa ke kota.
Untuk memelihara jaringan itu, mereka memanfaatkan tali persaudaraan atau tali kekerabatan sedesa, sekecamatan, atau sekabupaten. Sentimen kedaerahan itu mampu menjaga kepercayaan di dalam jaringan. Begitulah yang dilakukan kakak beradik, Casih (40) dan Suberi (38), bersama jaringannya. Kedua perempuan asal Cirebon ini tinggal di rumah kontrakan di kawasan pintu air Pejompongan, Jakarta Pusat.



















