Archive Bulanan: Oktober 2009

EKONOMI GLOBAL: Pemulihan Ekonomi Global, Seberapa Solid?

Jumat, 9 Oktober 2009 | 03:07 WIB

kompas_white

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/09/03072047/pemulihan.ekonomi.global.seberapa.solid

Seperti genderang bersahutan, sejumlah lembaga dan ekonom terkemuka dunia beberapa bulan terakhir ini bergantian mengungkapkan paparan dan prediksinya mengenai mulai pulihnya perekonomian global dan berakhirnya resesi ekonomi dunia. Seberapa kuat dan berkesinambungan pemulihan ini dan bagaimana dampaknya pada Indonesia?

Setelah terjerembap ke titik terendah sejak Depresi Besar 1930 pada triwulan I-2009, sejumlah indikator makroekonomi dan finansial secara mengejutkan menunjukkan tanda-tanda kuat pemulihan pada triwulan berikutnya. Ini yang membuat sejumlah ekonom mengungkapkan keyakinan, perekonomian global bakal pulih cepat, seperti pola huruf V.

Continue reading


KESEPAKATAN G-20: Tata Kelola Baru Perbankan

Selasa, 6 Oktober 2009 | 03:00 WIB
Oleh Krisna wijaya

kompas_white

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/06/03004819/tata.kelola.baru.perbankan

Salah satu kesepakatan penting pertemuan para pemimpin G-20 di Pittsburgh, Amerika Serikat, adalah disetujuinya rekomendasi The Financial Stability Board, yang beranggotakan menteri keuangan anggota G-20, kepada para pemimpin G-20. Secara garis besar, rekomendasi FSB yang berkaitan dengan perbankan adalah kesepakatan terus melakukan regulasi.

Tujuan utama deregulasi adalah menjamin dilaksanakannya prinsip kehati-hatian dalam mengelola perbankan.

Sekalipun prinsip kehati-hatian sudah banyak diregulasi, tampaknya dengan belajar dari krisis keuangan yang terjadi masih dianggap belum cukup.

Continue reading


G-20 dan Resesi Global

Selasa, 6 Oktober 2009 | 02:24 WIB
Oleh A Prasetyantoko

kompas_white

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/06/02240333/g-20.dan.resesi.global

Pertemuan G-20 menumbuhkan banyak optimisme. Namun, ada sejumlah pertanyaan kunci terkait nasib kita di masa depan, di tengah konstelasi global.

Pertama, apa manfaat sekaligus risiko keikutsertaan Indonesia pada G-20? Kedua, bagaimana skenario global pemulihan krisis ekonomi, apa risiko ke depan, dan apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasinya? G-20 dideklarasikan sebagai pengganti G-8. Benarkah ”kepentingan” G-8 akan sirna begitu saja?

Continue reading


PASCAGEMPA: Hilang Rezeki dari Allah jika Kami Tak Bekerja

Selasa, 6 Oktober 2009 | 03:14 WIB
Oleh Khaerudin

kompas_white

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/06/03141287/hilang.rezeki.dari.allah.jika.kami.tak.bekerja

Sembari mengambil napas, Kasman beristirahat sejenak. Ia memindahkan kardus berisi bahan makanan dari tangan kiri ke tangan kanannya. Sekarang tangan kirinya membawa satu plastik besar berisi sayuran, bahan lauk-pauk, dan berbagai jenis bahan pembuat bumbu lainnya.

Buyung, anaknya, kelelahan menjinjing jeriken berisi minyak tanah. Ia berjalan terseok di belakang ayahnya. Ayah dan anak ini sudah berjalan hampir 5 kilometer dari simpang tiga Padang Alai, tempat terakhir kendaraan bisa menggunakan jalan.

Continue reading


G-7 Jalankan Reformasi IMF

Senin, 5 Oktober 2009 | 04:06 WIB

kompas_white

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/05/04065415/g-7.jalankan.reformasi.imf

Istanbul, Minggu – Menteri Keuangan AS Timothy Geithner meminta Dana Moneter Internasional mengimplementasikan reformasi yang akan memberikan negara maju dan berkembang suara lebih banyak dalam lembaga finansial itu.

”Perwakilan yang lebih banyak, struktur pemerintahan yang responsif dan terbuka merupakan hal yang esensial untuk memperkuat legitimasi IMF,” ujar Geithner pada sebuah pernyataan di Istanbul, Minggu (4/10), di sela-sela pertemuan Kelompok 7 (G-7).

Continue reading


Indian drought exacerbates social crisis

By Deepal Jayasekera
5 October 2009

WSWS

http://www.wsws.org/articles/2009/oct2009/indi-o05.shtml

The ongoing drought in India, whose immediate cause is an abysmal monsoon, has dealt a cruel blow to hundreds of millions of desperately poor agricultural labourers, small farmers, and their families. The drought is aggravating the hunger and malnourishment that has long stalked much of rural India. Yet, neither India’s Congress party-led United Progressive Alliance (UPA) government, nor the country’s various state governments are treating it with great urgency.

According to the Indian Meteorological Department, the average rainfall from this year’s southwest monsoon, which normally lasts from June to September, is 23 percent below the long-term average. This is the lowest amount of rainfall since 1972, when the overall deficit was 24 percent. In northwest India, whish is comprised of the states of Haryana, Punjab, Chandigarh, Uttar Pradesh, Uttarakhand, Himachal Pradesh, Jammu and Kashmir, and Rajasthan, the rainfall deficit is even more severe, amounting to a massive 36 percent. The northeastern region, which includes the states of Bihar, West Bengal, Sikkim, and Jharkhand, has recorded a rainfall deficit of 27 percent.

Continue reading


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.