Archive Bulanan: Agustus 2009

Perangkap Pangan?

Senin, 31 Agustus 2009 | 03:27 WIB

Faisal Basri

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/31/03275362/perangkap.pangan

Sektor pertanian tumbuh rata-rata sebesar 3,5 persen setahun selama kurun waktu 2001-2008. Pencapaian ini lebih baik ketimbang pada periode sebelum krisis (1991-1996), yakni sebesar 3 persen.

Subsektor paling mencuat adalah tanaman pangan, yang tumbuh dari 1,8 persen pada periode sebelum krisis menjadi 3 persen pada periode setelah krisis. Sementara itu, subsektor perkebunan, peternakan, dan kehutanan mengalami pelambatan laju pertumbuhan. Satu subsektor lainnya, yakni perikanan, naik tipis dari 5,3 persen menjadi 5,4 persen.

Continue reading


Nearly one year since the crash of 2008; Bernanke’s apologia for the Fed

25 August 2009

WSWS

http://www.wsws.org/articles/2009/aug2009/pers-a25.shtml

Federal Reserve Board Chairman Ben Bernanke delivered a speech to the annual summer symposium of the world’s central bankers, held August 20-21 in Jackson Hole, Wyoming, which combined a review of the past year of unprecedented financial crisis and a prognosis of the near-term prospects for the US and world economy.

It is fair to say that Bernanke was picking his way through a political minefield as he delivered his address: conceding the unprecedented intensity of the financial crisis and (implicitly) the failure of the Fed and other banking authorities to foresee it; defending the Fed’s actions from September 2008 through the present in using trillions in public funds to bail out Wall Street; and promising, to the broader public audience, that better times lie ahead, despite the dismal state of the economy for working people.

Continue reading


Harga Gula Tidak Wajar; Pedagang Lakukan Aksi Spekulasi

Rabu, 26 Agustus 2009 | 04:27 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/26/04270691/harga.gula.tidak.wajar

Jakarta, Kompas – Petani tebu serta pengusaha makanan dan minuman meminta pemerintah bijaksana menerapkan instrumen bea masuk gula impor. Dalam situasi harga gula dalam negeri yang terus naik, langkah penurunan bea masuk gula impor dinilai akan efektif menurunkan harga gula.

Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Kerja Sama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi Lukman dan Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Arum Sabil secara terpisah di Jakarta, Selasa (25/8).

Continue reading


BAHAN CERUTU; Mutu Rendah, Tembakau Akan Kehilangan Pembeli

Rabu, 26 Agustus 2009 | 05:02 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/26/05023095/mutu.rendah.tembakau.akan.kehilangan..pembeli

Jember, Kompas – Tembakau bahan cerutu jenis Besuki Naa Oogst asal Jember, Jawa Timur, dan daerah sekitarnya akan kehilangan pembeli jika kualitasnya tidak segera diperbaiki sesuai dengan kebutuhan pasar. Dua negara produsen tembakau sejenis, yakni Brasil dan Honduras, menjadi ancaman serius.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Besuki Naa Oogst Jember Abdul Halim Hamam mengatakan hal itu di Jember, Selasa (25/8).

Continue reading


Perlu Kebijakan Berani; Komoditas Beras Bisa Menjadi Pelajaran Berharga

Selasa, 25 Agustus 2009 | 03:10 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/25/0310416/perlu.kebijakan.berani

Jakarta, Kompas – Perlu ada kebijakan berani dari pemerintah untuk menghentikan impor bahan pangan secara bertahap.

Tanpa itu, selamanya Indonesia berkubang dengan impor pangan. Dalam kasus ini, komoditas beras bisa dijadikan pelajaran berharga.

”Kalau tidak ada keberanian dari pemerintah, apalagi kalau hanya saling menyalahkan antarmenteri maupun departemen, dalam lima tahun ke depan tidak akan tercapai keinginan untuk swasembada pangan,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat, Senin (24/8) di Jakarta.

Continue reading


EKONOMI KERAKYATAN: Asin Pahitnya Garam Rakyat

Selasa, 25 Agustus 2009 | 03:13 WIB
Oleh Hendriyo Widi dan Suprapto

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/25/03130480/asin.pahitnya.garam.rakyat

Yasir (65) tersenyum melihat butir-butir garam beralas pasir mulai mengkristal. Hari itu ia sedang rehat di pondok tepi tambak di Desa Banyudono, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Sehari lagi air tambak akan mengering dan menjadi garam. Kalau garam itu bersih, harganya Rp 300 per kilogram.

Namun, kalau ada kotor atau berwarna putih kecoklatan, hanya Rp 235 per kilogram,” kata Yasir.

Continue reading


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.