Archive Bulanan: Juli 2009

Ada Dua Skenario Harga Minyak

Selasa, 21 Juli 2009 | 03:46 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/21/03460171/ada.dua.skenario.harga.minyak

Jakarta, Kompas – Pemerintah membuat dua perkiraan harga jual minyak mentah Indonesia rata-rata sepanjang tahun 2009, yakni 61 dollar AS per barrel dan 58 dollar AS per barrel. Perkiraan ini dibuat untuk mengantisipasi fluktuasi harga minyak mentah di pasar dunia.

Dua skenario harga minyak tersebut diungkapkan dalam Paparan Pemantauan Dini Bulan Juli 2009 dari Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan per 15 Juli 2009 yang diterima Kompas pekan lalu di Jakarta.
Continue reading


UANG BARU; Uang Rp 2.000 Segera Beredar

Sabtu, 11 Juli 2009 | 03:50 WIB

kompas cetak

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/11/03502786/uang.rp.2.000.segera.beredar.

Jakarta, Kompas – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia akan mencetak uang kertas nominal Rp 2.000 dengan nilai total Rp 1,5 triliun-Rp 1,6 triliun. Uang kertas baru itu akan diserahkan kepada Bank Indonesia pada
bulan Juli ini untuk selanjutnya diedarkan kepada masyarakat.

Sekretaris Perum Peruri Toni I Pandelaki, Jumat (10/7), mengatakan, uang tersebut akan segera diedarkan Bank Indonesia untuk persiapan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri. ”Seperti biasanya, setiap Lebaran kebutuhan uang kecil di masyarakat sangat tinggi,” kata Toni.

Continue reading


Menteri Ekonomi Harus dari Kalangan Profesional

Jumat, 10 Juli 2009 | 13:57 WIB

kompas on

http://indonesiamemilih.kompas.com/read/2009/07/10/13571889/Menteri.Ekonomi.Harus.dari.Kalangan.Profesional

JAKARTA, KOMPAS.com — Kalangan pengusaha berharap agar presiden dan wakil presiden yang terpilih pada pilpres 8 Juli lalu memilih pembantunya atau menteri ekonomi dari kalangan profesional untuk menghindari kompromi politik dan politik dagang sapi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofyan Wanandi di Jakarta, Jumat (10/7), mengatakan, pengusaha menginginkan para menteri ekonomi diangkat dari kalangan profesional yang benar-benar mengerti dan memahami bidangnya. “Hindari kompromi politik dan dagang sapi,” ujarnya.

Continue reading


PASCAPILPRES; Pasar Belum Bereaksi Signifikan

Jumat, 10 Juli 2009 | 03:00 WIB

kompas cetak

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/10/03004037/pasar.belum.bereaksi.signifikan

Jakarta, Kompas – Pasar saham dan valuta, Kamis (9/7), belum bereaksi signifikan atas pemilu presiden dan wakil presiden yang berlangsung sukses dan lancar. Perkembangan ini di luar perkiraan pengamat dan pelaku pasar. Meski begitu, kondisi politik yang bagus ini diyakini menjadi modal bagus bagi perekonomian Indonesia yang lebih baik ke depan.

Investor pasar modal sama sekali belum merespons dengan memborong saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin hanya naik tipis 0,72 poin atau 0,03 persen menjadi 2.083,97, Indeks LQ-45 hanya meningkat 0,07 poin atau 0,02 persen ke level 406,11 dan Indeks Kompas100 hanya menguat 0,77 poin atau 0,15 persen ke level 506,7.

Continue reading


Pertamina Bakal Ekspor Minyak Tanah

Jumat, 10 Juli 2009 | 10:43 WIB

kompas on

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/07/10/1043099/Pertamina.Bakal.Ekspor.Minyak.Tanah

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (Ditjen Migas) tengah mempelajari permohonan rekomendasi ekspor minyak tanah yang disampaikan PT Pertamina (Persero).

“Pertamina meminta rekomendasi ekspor untuk bahan bakar sejenis kerosene yang ada campuran bensinnya,” kata Direktur Jenderal Migas Evita Herawati Legowo dalam pesan singkatnya, Kamis (9/7).

Surat permohonan itu, imbuh Evita, baru masuk ke instansinya pada 7 Juli 2009 lalu. “Sekarang sedang kami proses, besok pagi juga sudah selesai,” katanya.

Continue reading


Program Revitalisasi Pasar Tradisional Tetap Berlanjut

Selasa, 7 Juli 2009 | 04:14 WIB

kompas cetak

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/07/04145710/program.revitalisasi.pasar.tradisional.tetap.berlanjut

Jakarta, Kompas – Program revitalisasi pembangunan pasar tradisional oleh Departemen Perdagangan ataupun Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah tetap dilanjutkan.

Data Departemen Perdagangan (Depperdag) menyebutkan, selama tahun 2009 pasar tradisional yang ditangani Depperdag mencapai 57 unit dengan nilai Rp 100 miliar. Adapun stimulus untuk pasar tradisional sebanyak 37 unit senilai Rp 215 miliar.

Continue reading


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.