Bibit Unggul Kopi RI Dikembangkan
3 Juli 2009 in Tataniaga Kopi
Tags: Achmad Mangga Barani, bibit kopi unggulan, Nestlé, Peter Vogt, Puslitkoka, Somatic Embryogenesis
PERKEBUNAN
Jumat, 3 Juli 2009 | 03:53 WIB
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/03/03532890/bibit.unggul.kopi.ri.dikembangkan
Jakarta, Kompas – Teknologi perbanyakan bibit kopi unggulan kini sedang dikembangkan guna memperbaiki industri kopi nasional. Dari hasil pemetaan genetika kopi, teridentifikasi terdapat 33 jenis bibit unggul di Indonesia.
Teknologi perbanyakan bibit kopi unggulan itu melalui teknik Somatic Embryogenesis (SE). Teknologi SE dikembangkan pertama kali oleh Nestlé dan alih teknologi SE dilakukan lewat kemitraan dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember, Jawa Timur.
”Pengembangan bibit kopi unggulan diharapkan meningkatkan industri kopi nasional dan memberikan nilai tambah bagi petani kopi,” ujar Peter Vogt, Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Kamis (2/7) di Jakarta.
Peneliti Puslitkoka Jember, Surip Mawardi, mengemukakan, penggunaan klon unggul baru itu mampu meningkatkan produktivitas kopi sebanyak lebih dari 2 ton per hektar.
Produktivitas rendah
Direktur Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Mangga Barani mengatakan, produktivitas tanaman kopi di Indonesia saat ini masih rendah, rata-rata 600-700 kilogram per hektar atau 60 persen dari potensi produksi 1,5 ton per hektar. Sementara itu, penggunaan bibit kopi asalan mencapai 40 persen dari total bibit.
Tahun 2008, areal perkebunan kopi di Indonesia seluas 1.309.184 hektar. Peringkat kedua dunia setelah Brasil. Lahan
kopi itu meliputi lahan kopi robusta 1.007.636 hektar (82 persen), kopi Arabica 241.548 hektar, dan arobusta 1.000 hektar.
Tahun 2008, total produksi kopi nasional 689.140 ton atau hanya berada di urutan keempat dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Volume ekspor kopi berkisar 469.000 ton dengan kontribusi devisa 991,45 juta dollar AS.
Hampir 75 persen ekspor berbentuk biji kopi. (LKT)
-
Blog Stats
- 20,191 hits
Halaman
Arsip
- November 2009 (13)
- Oktober 2009 (21)
- September 2009 (18)
- Agustus 2009 (30)
- Juli 2009 (25)
- Juni 2009 (11)
- April 2009 (4)
- Maret 2009 (1)
- Februari 2009 (323)
- Januari 2009 (68)
- Desember 2008 (7)
Kategori
-
Tulisan Terakhir
- Go Slow, Stay Low: A Mantra for a Greener Economy
- The long climb
- Bertahan di Jakarta dengan Mengandalkan Jaringan Kedaerahan
- France: Les scandales politico-financiers
- Membaca Prospek Pemulihan Ekonomi AS
- US unemployment rate surges to highest level in 26 years
- The political-financial scandals in France
- Wall Street bonuses to rise by 40 percent
- PROGRAM PEMERINTAH: Setop Harga Semen Rp 1 Juta Per Zak
- Carrefour Tuding KPPU Hambat Investasi di Indonesia
-
Komentar Terakhir
-
Spam Blocked
-
Potret

More Photos
Blogger
Ekonomi Hijau
Jurnal
Oikos-Nomos
Penggerak
Tautan Kopi
WordPress
SocialVibe

No Comments Yet