Archive Bulanan: Juni 2009

Tim Ekonomi Paham Pasar

PEMERINTAH
Selasa, 30 Juni 2009 | 03:52 WIB

kompas cetak

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/30/03521752/tim.ekonomi.paham.pasar

Jakarta, Kompas – Pelaku pasar keuangan berharap calon presiden dan calon wakil presiden terpilih akan menunjuk tim
ekonominya dari kalangan pelaku ekonomi sektor keuangan maupun riil. Tim ekonomi yang memahami persoalan di lapangan diyakini akan mengeluarkan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran sehingga dapat mendorong perekonomian Indonesia lebih tinggi lagi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing dan Adler Manurung di Jakarta,
Senin (29/6).

Continue reading


Pasar Antisipasi Pilpres dan Kinerja Ekonomi

ANALISIS EKONOMI
Senin, 29 Juni 2009 | 03:12 WIB
Mirza Adityaswara

kompas cetak

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/29/03123874/pasar.antisipasi.pilpres.dan.kinerja.ekonomi

Setelah melaju pada April dan Mei, pasar modal global dan domestik seperti kehabisan bahan bakar pada bulan Juni. Melesatnya indeks bursa saham pada April-Mei didorong oleh kinerja perusahaan global dan domestik yang lebih baik daripada perkiraan awal. Pasar keuangan selalu berusaha mengantisipasi fundamental ekonomi. Tanda-tanda bahwa kondisi terburuk sudah terlewati membuat para investor memberanikan diri mengakumulasi saham yang pada Februari-Maret jatuh terpuruk.

Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2009 yang tumbuh positif 4,4 persen dianggap baik sehingga mendorong para investor melakukan pembelian. Kegiatan kampanye pemilu legislatif dan panen padi yang bagus tampaknya mendorong aktivitas ekonomi pada kuartal I-2009. Di tengah resesi global, hanya sedikit negara di dunia yang mencatat pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal I-2009, termasuk China, India, dan Indonesia. Hasil pemilu legislatif pada bulan April menambah optimisme investor pasar modal.
Continue reading


Obama dan Kecanduan Rokok

LAPORAN IPTEK
Rabu, 24 Juni 2009 | 04:20 WIB
IRWAN JULIANTO

kompas on

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/24/04201221/obama.dan.kecanduan.rokok

Indonesia adalah surga bagi perokok dan industri rokok. Ini karena masyarakatnya yang amat permisif terhadap perokok dan pemerintah serta DPR yang tak punya kemauan politik melindungi rakyatnya dari ancaman bahaya rokok. Ini bentuk pengabaian negara (state neglect) atau pelanggaran hukum internasional yang telah diratifikasi jadi undang-undang? Atau karena kuatnya lobi industri rokok?

Sungguh berbeda dengan Amerika. Senin (22/6) siang waktu Amerika atau Selasa dini hari waktu Indonesia adalah hari bersejarah bagi kesehatan masyarakat di Amerika Serikat karena Presiden Barack Obama menandatangani Undang-Undang Pencegahan Merokok dalam Keluarga dan Pengendalian Tembakau yang rancangannya telah dibahas dan disetujui oleh Kongres AS.

Continue reading


Balada Negeri Pecandu Rokok

JP
[ Rabu, 24 Juni 2009 ]
http://jawapos.co.id/

DUA berita besar dari industri rokok merebak berurutan dua pekan ini. Pertama, transaksi penjualan 85 persen saham PT Bentoel International Investama (RMBA) senilai hampir Rp 5 triliun minggu lalu. Kedua, meninggalnya Presiden Komisaris PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Angky Camaro di RS Mount Elizabeth, Singapura, Senin (22/6). Di tengah merebaknya kedua berita yang mendapatkan liputan luas itu, muncul kabar perombakan pucuk pimpinan Gudang Garam, pabrik rokok terbesar kedua setelah HM Sampoerna.
Continue reading


Rokok Asing Hisap Uang Rakyat Miskin

Sabtu , 20 Juni 2009 | 05:20 WIB

kr-logo

http://www.krjogja.com/index.php/2009/06/20/rokok-asing-hisap-uang-rakyat-miskin/

JAKARTA (KRjogja.com) – Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Univesitas Indonesia, Abdillah Ahsan mengatakan, investasi British American Tobacco (BAT) terhadap industri rokok Bentoel mengakibatkan perpindahan uang masyarakat miskin ke investor asing meningkat.

“Sebanyak 12 juta rumah tangga miskin di Indonesia merupakan konsumen rokok, sementara perusahaan Bentoel sahamnya 85 persen dimiliki asing, ditambah lagi 97 persen saham Sampoerna yang sebelumnya dibeli oleh Philip Morris,” katanya, Jumat (19/6).

Menurutnya, setiap bulannya alokasi uang rumah tangga miskin untuk merokok sebesar Rp 117 ribu, yang berarti lebih
besar dibandingkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang hanya sebesar Rp100 ribu. Dengan demikian, katanya, rumah tangga miskin yang mengkonsumsi rokok cenderung mengorbankan kebutuhan pokok rumah tangganya.

Rendahnya pengendalian produksi rokok oleh pemerintah, kata Abdillah, mengakibatkan investasi asing masuk dengan
bebas ke Indonesia. “Selain itu, rendahnya upah buruh dan petani tembakau di Indonesia menjadi peluang investor asing untuk mendapatkan keuntungan lebih besar,” katanya. (Ant/kr5)


Pembentukan Mata Uang Internasional Butuh Waktu 20 Tahun

Hanif Wibisono – detikFinance
Kamis, 11/06/2009 16:25 WIB

detikfinance

http://www.detikfinance.com/read/2009/06/11/162534/1146373/5/pembentukan-mata-uang-internasional-butuh-waktu-20-tahun

Jakarta – Pembentukan mata uang internasional pengganti dolar AS tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dalam 5 tahun ke depan dominasi dari dolar AS ataupun Euro masih akan terjadi dalam perdagangan internasional.

Hal ini dikatakan oleh Pengamat Ekonomi UGM Sri Adiningsih ketika ditemui di Wisma Eksekutif, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (11/6/2009).

“Sepertinya saat ini dolar AS dan Euro masih akan terus mendominasi, paling tidak untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.

Continue reading


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.