Archive Bulanan: Februari 2009

31 MEI – HARI TANPA TEMBAKAU; Dunia Tanpa Rokok, Mungkinkah?

Haryadi Baskoro
Opini Publik, Thursday, 31 May 2007

kr3

http://www.kr.co.id/article.php?sid=125353

IKLAN rokok adalah iklan yang paling ambigu. Rokok selalu ditawarkan sebagai sesuatu yang paling hebat. Namun, pada saat yang sama, rokok diiklankan sebagai produk yang berbahaya. Di akhir iklan – baik di media massa cetak maupun elektronik – selalu ditulis: “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”.

Kenyataannya, peringatan keras bernada intimidatif namun objektif itu tidak pernah digubris. Hampir 1 milyar laki-laki di dunia ini merokok. Di negara-negara maju, kaum pria perokok jumlahnya 35 persen dari populasi. Di negara-negara berkembang besarnya 50 persen dari populasi. Setiap hari, 250 juta wanita di seluruh dunia asyik merokok. Di negara-negara maju, besarnya 22 persen dari populasi. Di negara berkembang, besarnya 9 persen dari populasi.

Continue reading


Ekspansi Industri Rokok Perlu Dihentikan

Kesehatan, Sabtu, 05 Agustus 2006

skt33

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0608/05/humaniora/2857355.htm

Jakarta, Kompas – Komite Nasional Penanggulangan Masalah Merokok mendesak agar pemerintah menghentikan ekspansi industri rokok di Tanah Air. Alasannya, penambahan kapasitas produksi rokok itu dikhawatirkan meningkatkan risiko timbulnya bencana sosial akibat ulah manusia berupa ancaman berbagai penyakit dan kerugian ekonomi masyarakat.

“Kami sangat prihatin terhadap adanya pemberitaan bahwa perusahaan rokok raksasa akan membangun pabrik baru di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi 9 miliar batang per tahun,” kata Ketua Komnas Penanggulangan Masalah Merokok Prof Dr Moeloek SpOG, sambil menyebut nama pabrik itu, Jumat (4/8), di Jakarta.

Continue reading


Siasati Keborosan dengan “Linting Dhewe”

Usaha, Senin, 09 April 2007

skt-landung_s1

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0704/09/jogja/1035801.htm

Sleman, Kompas – Pemborosan yang terjadi akibat kebiasaan merokok dapat disiasati dengan cara membuat lintingan rokok sendiri. Selain rasanya sama dengan rokok kemasan yang dijual bebas, yang bersangkutan juga merasa lebih puas karena ikut terlibat langsung mulai dari proses pencampuran bahan sampai mengisapnya.

Landung Simatupang, salah seorang pemilik warung rokok Tingwe Caglak Kedai Tembakau Djogja 01 di kompleks Tarakanita I/21 Gejayan, Santren, beberapa waktu lalu, menuturkan, tidak sedikit pelanggan yang cocok dan beralih pada rokok linting dhewe (tingwe), dari sebelumnya mereka mengonsumsi rokok kemasan yang dijual bebas.

Continue reading


Bayangkan Jika Dunia Tanpa Tembakau

Jakarta, Kamis, 31 Mei 2007

jurnas17

http://www.jurnalnasional.com/new2/?KR=JURNAS&NID=30516

MEMBICARAKAN rokok memang tak ada habisnya. Hari ini, dunia kembali memperingati Hari Tanpa Tembakau yang dicanangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 20 tahun silam. Tujuannya, mengurangi angka kematian akibat racun rokok yang tiap tahun mencapai 3,5 juta jiwa di seluruh dunia.

Di Jakarta, Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI Jakarta hari ini akan melangsungkan kampanye simpatik bertema “Lingkungan Bebas Asap Rokok” dan “Udara Bersih untuk Semua”. Rencananya, para peserta kampanye akan membagikan gelang karet bertuliskan “No Tobacco” kepada pejalan kaki dan meminta perokok di sekitar tempat acara untuk mematikan rokoknya sebagai tanda peringatan hari tanpa tembakau sedunia.

Continue reading


Banyak Perusahaan Rokok Skala Kecil Belum Berizin

Cukai, Kamis, 31 Mei 2007

skt12

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/31/jogja/1037953.htm

Yogyakarta, Kompas – Masih banyaknya perusahaan rokok skala kecil yang belum mengantongi izin membuat kantor bea cukai kehilangan potensi pendapatan. Untuk menekan angka kerugian, Kantor Bea Cukai Wilayah X Jawa Tengah-DI Yogyakarta menggelar sosialisasi cukai hasil tembakau secara intensif.

Sosialisasi itu diharapkan bisa menyadarkan para pengusaha rokok untuk membayar pajak cukai. Tahun ini wilayah Jateng-DIY menargetkan penerimaan cukai sebesar Rp 11,06 triliun. “Target tersebut memang cukup tinggi karena total target secara nasional Rp 42 triliun. Tahun lalu pendapatan yang kami terima sebesar Rp 9,7 triliun,” kata Kepala Bidang Kepabean dan Cukai Kantor Bea Cukai Wilayah X Jateng- DIY Iwan Riswanto, seusai membuka acara sosialisasi cukai hasil tembakau di Jogja Expo Center, Senin (28/5).

Continue reading


22 Persen Dokter di DIJ Merokok

Minggu, 15 Juli 2007

skt74

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=167108&c=85

JOGJA – Seorang dokter yang seharusnya mengampayekan antimerokok, ternyata juga tidak terhindarkan dari gaya hidup mengonsumsi nikotin itu. Berdasarkan survei yang dilakukan Fakultas Kedokteran Umum UGM, sebanyak 22 persen dokter laki-laki di DIJ merokok.

“Kami melakukan pada 400 dokter yang ada di Puskesmas, rumah sakit, dinas kesehatan dan calon dokter di UGM,” jelas peneliti Yayi Suryo Prabandari di Fakultas Kedokteran UGM, kemarin.

Continue reading


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.