Mirza Adityaswara, ANALISA EKONOMI, Senin, 19 Juni 2006
![]()
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0606/19/UTAMA/2741047.htm
Setelah terus menerus meningkat sejak perombakan kabinet Oktober tahun lalu, pasar keuangan Indonesia turun drastis sejak 15 Mei. Pada titik terburuknya, rupiah melemah 8 persen menjadi Rp 9.520, imbal hasil (yield) surat utang negara meningkat dari 11,5 persen ke 13,1 persen dan indeks bursa saham sempat jatuh hingga 19 persen ke level 1.245.















